Kecamatan Tulang Bawang Tengah (TBT)
Kecamatan TBT merupakan ibukota
Kabupaten Tubaba. Kecamatan yang terdiri dari 16 kampung/kelurahan ini
memiliki luas 31.862 hektar. Sebagian besar lahan di kecamatan TBT
merupakan areal tegalan, peruntukan pekarangan, sawah, dan peruntukan
lainnya. Di kecamatan ini terdapat pula 4 kampung tua yang bersejarah.
Mayoritas penduduk di kecamatan TBT
memeluk agama Islam, Protestan, Katolik, Hindu, dan Budha. Kecamatan ini
memiliki sarana prasarana kesehatan berupa Puskesmas, Puskesmas
Pembantu, dan klinik kesehatan. Sementara sarana prasarana pendidikan
diantaranya; Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama,
Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, dan Pondok Pesantren.
Untuk sarana prasarana keagamaan terdapat masjid, gereja, mushola, dan
kuil/pura. Terdapat juga fasilitas public seperti pasar, kantor
perbankan, dan kantor kepolisian.
Kecamatan TBT merupakan penghasil
komoditas padi, jagung, singkong, dan kacang tanah. Kecamatan ini juga
memiliki perkebunan karet, perkebunan sawit, dan perkebunan kelapa.
Walaupun sebagian besar penduduknya bergelut dengan aktivitas perkebunan
dan pertanian, terdapat pula sebagian masyarakat yang menekuni industry
kecil (keripik, meubel, tahu, dan tempe), pengrajin batu bata, dan
peternakan.
Kecamatan Tulang Bawang Udik (TBU)
Kecamatan
TBU memiliki luas 49.382 hektar, terdiri dari 9 kampung. Beberapa
kawasan di kecamatan ini berada di sekitar Sungai Way Kiri, salah satu
sungai besar di Kab. Tubaba. Di sekitar kawasan Sungai Way Kiri inilah
terdapat kampung-kampung tua yang terkait dengan sejarah kerajaan masa
lalu.
Jarak dengan ibukota kabupaten sekitar
10 km. Mayoritas penduduk memeluk agama Islam, Protestan, Katolik, dan
Hindu. Sarana prasarana di bidang kesehatan: Puskesmas, Puskesmas
Pembantu, dan Rumah Bersalin. Di bidang pendidikan ada TK, SD, SMP, SMA,
dan SMK. Di bidang keagamaan terdapat masjid, mushola, gereja, dan
pura. Terdapat pula fasilitas public berupa pasar, Gedung Olah Raga
(GOR), dan Taman Kuliner.
Komoditas unggulan di kecamatan ini
adalah tanaman pangan berupa padi, jagung, dan singkong. Selain itu
terdapat pula lahan perkebunan karet dan kelapa sawit. Sebagian
masyarakatnya juga menekuni usaha industry makanan (peyek kacang, tahu,
tempe, kerupuk, keripik), pengrajin meubel, usaha di bidang peternakan
(ayam, sapi, kerbau, itik, dan kambing), juga budidaya perikanan (ikan
mas, gurame, patin, dan lele).
Kecamatan Pagar Dewa
Kecamatan
yang berpenduduk 5.917 jiwa ini memiliki luas wilayah 9.950 hektar dan
terdiri dari 6 kampung. Mayoritas penduduknya memeluk agama Islam
(sekitar 90%) dan lainnya beragama protestan, Katolik, dan Hindu.
Penduduknya sebagian besar berlatar belakang suku Jawa (55%), Lampung,
dan suku lainnya. Jarak dengan ibukota kabupaten sekitar 30 km.
Terdapat sarana prasarana di bidang
keagamaan berupa masjid dan gereja. Di bidang seni budaya ada 1 buah
sanggar kesenian tradisional. Di bidang kesehatan terdapat Puskesmas dan
Puskesmas Pembantu. Sementara sarana prasarana pendidikan terdapat TK,
SD, SMP, SMA, dan pondok pesantren. Sementara di bidang perekonomian
terdapat perkebunan sawit dan home industry (pembuatan tahu, tempe, dan meubel), serta peternakan.
Kecamatan Pagar Dewa ditandai dengan
masih banyaknya pemukiman penduduk asli Lampung dengan rumah-rumah tua
peninggalan masa lalu. Kecamatan ini cukup istimewa dengan adanya
pertemuan 3 aliran sungai besar yaitu Way Kiri, Way Kanan, dan Way
Tulang Bawang. Pagar Dewa banyak dihubungkan dengan keberadaan Kerajaan
Tulang Bawang tempo dulu. Pagar Dewa juga dinobatkan sebagai salah satu
lokasi pengembangan kawasan Agrominapolitan dan sebagai kawasan cagar
budaya.
Kecamatan Gunung Terang (GT)
Kecamatan
GT terdiri dari 20 kampung. Sebagian besar lahannya dimanfaatkan untuk
perladangan, sawah, dan pekarangan. Penduduk GT saat ini sebanyak 38.031
jiwa yang sebagian besar memeluk agama Islam, Protestan, Katolik, dan
Budha. Latar belakang sukunya terdiri dari suku Lampung, Jawa, Bali dan
suku lainnya.
Terdapat pula sarana prasarana kesehatan
berupa Puskesmas, Puskesmas Pembantu, dan Rumah Bersalin. Untuk
pendidikan terdapat TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan Pondok Pesantren. Sarana
prasarana keagamaan berupa masjid, gereja, pura, dan vihara. Didukung
dengan fasilitas public berupa pasar, kantor perbankan, dan kepolisian.
Kecamatan GT memiliki komoditas tanaman
pangan unggulan yaitu singkong dan padi. GT juga terkenal dengan
perkebunan karet dan kelapa sawit. Sebagian masyarakatnya ada yang
mengembangkan industri kecil (tempe, tahu, meubel, kerupuk, dan
kelanting). Ada juga yang menekuni usaha pembuatan ikan asin, ikan
kolam, dan peternakan.
Kecamatan Lambu Kibang
Kecamatan
Lambu Kibang memiliki luas 78 kilometer persegi. Berjarak sekitar 60
kilometer dari ibukota kabupaten, kecamatan ini terdiri dari 10 kampung.
Sebagian besar lahan digunakan untuk lading, pekarangan, dan sawah.
Mayoritas penduduknya memeluk agama Islam, Protestan, Katolik, Hindu,
dan Budha. Penduduk di kecamatan ini terdiri dari suku Jawa, Lampung,
Palembang, Sunda, Bali, dan Batak.
Terdapat sarana prasarana kesehatan
berupa Puskesmas dan Puskesmas Pembantu. Sarana prasarana pendidikan
berupa TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan Pondok Pesantren. Sarana prasarana
keagamaan berupa masjid dan gereja. Terdapat pula fasilitas public
berupa pasar, kantor perbankan, dan kantor kepolisian.
Kecamatan Lambu Kibang memiliki
komoditas unggulan yaitu karet. Terdapat pula perkebunan singkong dan
kelapa sawit. Sebagian masyarakat juga menekuni peternakan dan industri
kecil seperti industri tempe, tahu, meubel, dan batu bata.

